Pengajar Program Studi

Staff Pengajar

Siti Nurchaerani Kusumastuti S,Sn, M.Si atau lebih dikenal dengan nama Nungki Kusumastuti. Pada awalnya ia dikenal luas sebagai penari di istana negara. Selain itu, ia juga bekerja sebagai pemain film dan sinetron serta dosen di Institut Kesenian Jakarta. Saat ini Nungki Kusumastuti sedang studi S3 di Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya prodi Sejarah. Mata Kuliah yang diasuh diantaranya adalah mata kuliah  Sejarah Tari, Penggalangan Dana. Selain mengajar di program studi Manajemen Seni Pertunjukan aktif sebagai Direktur Indonesian Dance Festival (IDF) selama dua periode dan sekarang tetap mendukung dan menggerakkan kegiatan IDF.

maria darmaningsih

Maria Darmaningsih
Founder dan Director of Indonesian Dance Festival (IDF) 2010-2014 Studied Dance Education at University of Lethbridge Tinggal di Jakarta, Indonesia. Lulusan Antropologi Tari IKJ ketika itu bekerjasama dengan FISIP UI,  sebelumnya adalah lulusan Sarjana Muda di ISI Yogyakarta. Pengajar dan Pendiri  Ardhanri: Dance Studio and Art Management. Sampai sekarang membangun network dengan berbagai organisasi Manajemen Seni Dunia. Pengampu  mata kuliah Praktek Kerja dan Tari Yogyakarta dan Literatur Tari.dll
Dr. Yulianti Parani
Dr. Yulianti Parani lulusan doktoral National University of Singapore, Dosen Pengampu Mata Kuliah yang berhubungan dengan kajian Seni Pertunjukan seperti Politik Kebudayaan, Estetika Seni Pertunjukan  di FSP IKJ juga mengajar di Program Studi S2 FIB UI untuk bidang Budaya Pertunjukan

Koreografer yang juga Dra Sastra Jurusan Sejarah FS UI lahir di Jakarta 19 Juli 1939. Pensiunan Arsip Nasional yang mendapatkan pendidikan kearsipan  di Belanda bidang Record Management sistem analisa dan teknik kuantitatif. Sebagai pegawai arsip ia diberi tanggung jawab menangani pemeliharaan Arsip Negara dari zaman VOC sampai Hindia Belanda. Di LPKJ dipercaya menjadi Dekan, pernah menjadi anggota Akademi Jakarta dan anggota Dewan Kesenian Jakarta dan terlibat sebagai penyelenggara Art Summit Indonesia. Pada periode tahun 1973-1979 ia menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta, dan sejak tahun 1970 ia banyak melakukan penelitian tentang Kesenian Betawi seperti, Tanjidor, Topeng Betawi, Rebana Biang dan lain-lain. Ia banyak menulis karya-karya ilmiah di berbagai Seminar Budaya, Sejarah dan Kearsipan seperti pada lokakarya Betawi tahun 1976, seminar sejarah II tahun 1981, seminar IAHA (Internasional Association Historian of Asia) di Bangkok tahun 1977, Seminar International Council on Archives di Cebu City, Filipina tahun 1984.Pernah sebagai peneliti atau kurator dalam perencanaan Taman Warisan Melayu Singapura. Mengembangkan tari balet di Indonesia dan sejak usia 11 tahun, sudah mengenal tari balet.

Tahun 1957 Yulianti Parani mendirikan sekolah balet “Nritya Sundara” (artinya tarian indah) bersama Farida Feisol. Dari sekolah ini muncul pada koreografi muda seperti Sunni Pranata dan Linda Karim. Tanggal 28-30 Oktober 1976, ia bersama kedua koreografer ini melakukan pementasan di Teater Tertutup TIM. la mencipta sebuah tari berjudul “Batu Bara”. Karya lainnya adalah Tari Topeng Babakan, yang dipentaskan atas beberapa babakan, dengan cara demikian diharapkan dapat menghidupkan serta memelihara seni pentas Betawi. Pada tarian ini, ia lebih menekankan unsur seni gerak yang dahulu tidak mendapat perhatian. Studi mengenai Kesenian Betawi selain tari Topeng Babakan, ia juga sedang menggarap seni gerak pada kesenian Gambang Kromong (tari Cokek dan pencak silat Betawi).

Sejak tahun 1960, ia banyak menciptakan karya-karya tari,  yang mulanya banyak bertitik tolak dari teknik tari ballet klasik. Ia banyak mempelajari bentuk-bentuk kesenian rakyat Betawi, yang hasilnya dituangkan ke dalam bentuk Ensiklopedi Tari Betawi, karya-karya tulis dan sejumlah karya tari terbaru sejak tahun 1972antara lain Sangkuriang, Si Petruk, Kamajaya, Burung Gelatik, Habis Gelap Terbitlah Terang, Cempaka, Serenada Insani, Plesiran, Garong-Garong, Sarung Cukin, Topeng Babakan Betawi dan Pendekar Perempuan. Tahun 1984 Yulia berhasil menggarap Tarian Massal Taburas dalam rangka berlangsungnya Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun 1984. Pada tahun 1985, ia menggarap tari Krida Pembangunan Olahraga, yaitu tarian kolosal yang diperagakan pada pembukaan Pekan olahraga Nasional di Senayan, Jakarta. Karya-karyanya antara lain Sangkuriang tahun 1960, Kamajaya, Burung Gelatik, Habis Gelap Terbitlah Terang dan Cempaka periode 1969-1971, Serenada Insani tahun 1971, Plesiran tahun 1972, Garong-Garong tahun 1974, Sarung Cukin tahun 1975, Bajidoran Angklung tahun 1976, Topeng Babakan Betawi tahun 1976 dan Pendekar Perempuan tahun 1977.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s